dengan randomnya seorang temen sms katanya mau dateng ke kampus. terus tiba-tiba minta diajak pergi ke perpus baru. jalanlah kita lewat fakultas sebelah dan tiba-tiba
pas perpusnya udah di depan mata
di selasarnya fakultas itu ada ini :
and I found this for my friend, fulki fadhila, who is an absolute fans of nicholas sparks (and you say that I'm far cheesier than you are? think again :p)
what else can I say? kalo minggu depannya nggak mesti beli bahan maket dan ngeprint desrep + portfolio kayanya gue udah ngeborong. thanks God for giving me the ability to hold myself back in a critical time :)
pas perpusnya udah di depan mata
di selasarnya fakultas itu ada ini :
| satu. selasar. P E N U H. PENUHHHH. PENUHHH BUKUUU. SELASARRR PENUHHH BUKUUUU MURAAHHHH!!! |
what else can I say? kalo minggu depannya nggak mesti beli bahan maket dan ngeprint desrep + portfolio kayanya gue udah ngeborong. thanks God for giving me the ability to hold myself back in a critical time :)
| moi studio desk. H-4 internal |
tapi entah kenapa project 1 PA 3 kemaren ini (yang hari selasa ini mau presentasi) rasanya ngena banget. prosesnya sangat sangat nyenengin, dan dalam 2 bulan, kira-kira udah bikin 10 model eksplorasi. aneh banget ini antusiasmenya. padahal biasanya bikin maket satu aja males --"
mungkin karena ganti dosen, dan dosen yang ini ngasihtau banget apa sih gunanya tiap proses yang kita lakuin itu. nggak secara gamblang, tapi kita diajak ngedesain dengan mengenali desain kita itu. tau benar apa fungsinya nanti di site yang udah kita pilih, tau banget kenapa kita membuat bentuknya seperti itu dan sebagainya dan sebagainya.
kayaknya ini studio yang paling paling paliiiing gue senengin selama dua tahun kemaren kuliah :D
yoshhh balik makeeeet :)
thanks for the texts, wall post, tweets, and the prayer. it means a lot to me. A lot. And I mean it :)
May all the wishes comes true,
May Allah keeps me on my way and lead me to the truth
May I not stray for the lifetime
and may every hardship and every happiness that I will come to face in the future keeps me grateful of the life He has given to me.
Happy 20 :)
May all the wishes comes true,
May Allah keeps me on my way and lead me to the truth
May I not stray for the lifetime
and may every hardship and every happiness that I will come to face in the future keeps me grateful of the life He has given to me.
Happy 20 :)
belakangan ini seorang temen nanyain hal yang sama secara terus menerus. Kebetulan aja gue emang sering bareng sama dia kalo dia lagi bareng sama orang-orang yang berbeda, jadi kesannya pertanyaannya diulang-ulang, tapi pertanyaan ini kena banget. kenaaaaa banget. mungkin karena ngeliat angkatan atas ada yang baru wisuda, jadi kebawa euphorianya. Jadi pertanyaannya begini :
abis lulus mau ngapain?
saat masih tingkat satu, mungkin jawaban gue adalah mau jadi arsitek. Mau punya rumah di pinggir pantai, atau mau punya toko permen (possibly coming from a friend, not mine. I prefer a diner :D) tapi, setelah mulai tahun ketiga, possibility nya jadi banyak banget, dan kesulitannya juga jadi jelas banget.
Ada pilihan untuk ikut program profesi, atau langsung kerja, atau S2, atau jadi fasil di uni (terutama kalo nilainya oke, ya), atau banting stir sekalian yang beda banget sama kuliah, misalnya, kerja di bank (emang beneran ada), jadi ibu rumah tangga (a friend of mine keep on wishing to have a rich husband in the future so she doesn't have to bear with all the hardship of being an architect), bikin toko yang jual alat-alat kuliah, dan jadi wedding planner (beberapa hari yang lalu kepikiran kemungkinan ini).
Kalo mau jujur seeeejujur jujurnya, yang gue mau setelah lulus S1 adalah kuliah S2 di luar negeri. Gue mau jadi arsitek, but the idea of learning fascinates me more. Bukannya gue orang yang betah belajar. Nope. Not at all. Ini aja masih terus ngingetin diri supaya take the studio seriously, nggak setengah-setengah kayak 2 studio sebelumnya. Tapi gara-gara beberapa hal, gue jadi tertarik sama ide untuk terus belajar. Gue mau jadi arsitek, seriously, tapi kenapa lebih excited liat orang joint studio dan meneliti lalu bikin proyek daripada kalo ngeliat orang kerja di biro?
I don't have the answer for that right now. Let the time tells.
Dan meskipun ada aja orang-orang yang against my dream, mungkin karena ngeliatnya aneh aja kenapa bisa interest di hal-hal seperti itu, yaudahlahya. Setelah diskusi intelektual (iyuh) sama beberapa orang, gue lagi-lagi dapet kesimpulan yang sama, yang bahkan gue juga udah bosen saking jelasnya; that we are what we are, and let the rest be as they may.
kalo kata Bunda sama Ayah, terserah kakak aja mau jadi apa. Yang penting inget sama tujuan penciptaannya. bahkan terserah aja mau nilai berapa. They don't see me as a failure when I fail, they see me as someone who has to learn the bittersweet of life and to accept either the failure or the success as something to be thankful about. (happy anniversary anyway, Bunda dan Ayah. yang ke 21. Thanks for being my best life supporter, my master of trivia, and my random yet cool parents)
Jadi... abis lulus mau ngapain? let the time tells, but I would like to hear from you :D
abis lulus mau ngapain?
saat masih tingkat satu, mungkin jawaban gue adalah mau jadi arsitek. Mau punya rumah di pinggir pantai, atau mau punya toko permen (possibly coming from a friend, not mine. I prefer a diner :D) tapi, setelah mulai tahun ketiga, possibility nya jadi banyak banget, dan kesulitannya juga jadi jelas banget.
Ada pilihan untuk ikut program profesi, atau langsung kerja, atau S2, atau jadi fasil di uni (terutama kalo nilainya oke, ya), atau banting stir sekalian yang beda banget sama kuliah, misalnya, kerja di bank (emang beneran ada), jadi ibu rumah tangga (a friend of mine keep on wishing to have a rich husband in the future so she doesn't have to bear with all the hardship of being an architect), bikin toko yang jual alat-alat kuliah, dan jadi wedding planner (beberapa hari yang lalu kepikiran kemungkinan ini).
Kalo mau jujur seeeejujur jujurnya, yang gue mau setelah lulus S1 adalah kuliah S2 di luar negeri. Gue mau jadi arsitek, but the idea of learning fascinates me more. Bukannya gue orang yang betah belajar. Nope. Not at all. Ini aja masih terus ngingetin diri supaya take the studio seriously, nggak setengah-setengah kayak 2 studio sebelumnya. Tapi gara-gara beberapa hal, gue jadi tertarik sama ide untuk terus belajar. Gue mau jadi arsitek, seriously, tapi kenapa lebih excited liat orang joint studio dan meneliti lalu bikin proyek daripada kalo ngeliat orang kerja di biro?
I don't have the answer for that right now. Let the time tells.
Dan meskipun ada aja orang-orang yang against my dream, mungkin karena ngeliatnya aneh aja kenapa bisa interest di hal-hal seperti itu, yaudahlahya. Setelah diskusi intelektual (iyuh) sama beberapa orang, gue lagi-lagi dapet kesimpulan yang sama, yang bahkan gue juga udah bosen saking jelasnya; that we are what we are, and let the rest be as they may.
kalo kata Bunda sama Ayah, terserah kakak aja mau jadi apa. Yang penting inget sama tujuan penciptaannya. bahkan terserah aja mau nilai berapa. They don't see me as a failure when I fail, they see me as someone who has to learn the bittersweet of life and to accept either the failure or the success as something to be thankful about. (happy anniversary anyway, Bunda dan Ayah. yang ke 21. Thanks for being my best life supporter, my master of trivia, and my random yet cool parents)
Jadi... abis lulus mau ngapain? let the time tells, but I would like to hear from you :D
carpe diem. quam minimum credula postero
seize the day. putting as little trust as possible in the future
first thing in the morning. Buka facebook sebelum nerusin kerjaan semalem sebelum berangkat kuliah dan ngirim email. Akhirnya malah chatting sama temen yang malemnya sebenernya juga udah chatting, sama-sama lagi tenggelam dalam tugas untuk besoknya. Sebelum log out tiba-tiba di tag di post. Dan akhirnya malah bales nge tag
I write on my facebook status : Carpe Diem :D
I have always love the quotation. Somehow it brings a kind of different feeling. Entah kenapa seru aja dengernya; to seize the day, to make the most of everything... part of it maybe because it was latin, though.
And then my friend post a comment : quam minimum credula postero
mikirnya langsung : wesssss cool men, dapet quotation baru, bahasanya latin pula. Yes, I have always have this strange interest to foreign language. Somehow it is always been cooler than my own native language (no offense)
dan ternyata artinya begini : seize the day. putting as little trust as possible in the future
to believe that tomorrow is never comes may be hard... no, it's sooo hard and no exception for that. we have this urge to always live the life and not preparing enough for tomorrow that may not come, as if it has always been a day away (yes, from tomorrow song). Tapi memang iya, kalo mikirnya masih ada besok, kapan bisa maksimalnya?
lakukan semua amanah yang ada di depan mata dengan ikhlas, dengan optimal, supaya nggak nengok-nengok ke belakang dan meratapi nasib, mengkombinasikan segalanya dengan kata tanya 'kenapa'. optimal optimal optimal. fokus fokus fokus.
Karena nggak ada yang lebih berat dari yang bisa ditanggung. Karena hari esok mungkin nggak datang juga.
jazakillah khoir ya, hanifa, for sharing the quotation :) loooove muah muah cupsss
seize the day. putting as little trust as possible in the future
first thing in the morning. Buka facebook sebelum nerusin kerjaan semalem sebelum berangkat kuliah dan ngirim email. Akhirnya malah chatting sama temen yang malemnya sebenernya juga udah chatting, sama-sama lagi tenggelam dalam tugas untuk besoknya. Sebelum log out tiba-tiba di tag di post. Dan akhirnya malah bales nge tag
I write on my facebook status : Carpe Diem :D
I have always love the quotation. Somehow it brings a kind of different feeling. Entah kenapa seru aja dengernya; to seize the day, to make the most of everything... part of it maybe because it was latin, though.
And then my friend post a comment : quam minimum credula postero
mikirnya langsung : wesssss cool men, dapet quotation baru, bahasanya latin pula. Yes, I have always have this strange interest to foreign language. Somehow it is always been cooler than my own native language (no offense)
dan ternyata artinya begini : seize the day. putting as little trust as possible in the future
to believe that tomorrow is never comes may be hard... no, it's sooo hard and no exception for that. we have this urge to always live the life and not preparing enough for tomorrow that may not come, as if it has always been a day away (yes, from tomorrow song). Tapi memang iya, kalo mikirnya masih ada besok, kapan bisa maksimalnya?
lakukan semua amanah yang ada di depan mata dengan ikhlas, dengan optimal, supaya nggak nengok-nengok ke belakang dan meratapi nasib, mengkombinasikan segalanya dengan kata tanya 'kenapa'. optimal optimal optimal. fokus fokus fokus.
Karena nggak ada yang lebih berat dari yang bisa ditanggung. Karena hari esok mungkin nggak datang juga.
jazakillah khoir ya, hanifa, for sharing the quotation :) loooove muah muah cupsss
tau nggak, hal yang paling, paling, paliiiing bisa bikin aku semangat lagi ya kalian. nggak usah pake ketemu, deh. SMS an gak penting atau bahkan sekedar baca buku harian aja bikin aku sadar kalo kalian itu ada. nyata. jauh, tapi dekat.
dan karena hubungan kita semua memang se berharga itu, makanya, nggak usah hadir secara fisik, kalian bisa segitunya bikin aku semangat lagi.
soal mimpi-mimpi yang kita sama-sama bicarakan dulu, soal pelajaran yang menempel di kepala lalu dicoba untuk diresapi dalam-dalam di hati, soal kita semua yang kadang garing, kadang lucu beneran, kadang nggak nyaman satu sama lainnya tapi teteeeep aja nempel.
alhamdulillah, telingaku masih bisa mendengar kalian, otakku masih bisa merekam kalian, mataku masih bisa melihat kalian.
karena teman-teman memang tidak diukur dari seberapa menakjubkannya mereka dulu, tapi seberapa berhasil kenangan tentang mereka menggerakkan kita untuk menjadi lebih baik.
Ya Allah, lindungilah kami semua. Tetapkanlah hati kami di jalan Mu, dan berikanlah kami semua keridhoan Mu. Amin.
dan karena hubungan kita semua memang se berharga itu, makanya, nggak usah hadir secara fisik, kalian bisa segitunya bikin aku semangat lagi.
soal mimpi-mimpi yang kita sama-sama bicarakan dulu, soal pelajaran yang menempel di kepala lalu dicoba untuk diresapi dalam-dalam di hati, soal kita semua yang kadang garing, kadang lucu beneran, kadang nggak nyaman satu sama lainnya tapi teteeeep aja nempel.
alhamdulillah, telingaku masih bisa mendengar kalian, otakku masih bisa merekam kalian, mataku masih bisa melihat kalian.
karena teman-teman memang tidak diukur dari seberapa menakjubkannya mereka dulu, tapi seberapa berhasil kenangan tentang mereka menggerakkan kita untuk menjadi lebih baik.
Ya Allah, lindungilah kami semua. Tetapkanlah hati kami di jalan Mu, dan berikanlah kami semua keridhoan Mu. Amin.

