Tuesday, February 15, 2011

day 15 : wrong path?

kemarin gue dan beberapa temen mengeluh soal hecticnya tugas kuliah. baru banget ada tugas design report yang HARUS dikerjain weekend (yang nggak gue kerjain dengan optimal dengan alasan kecapekan) eh hari ini nih, liburan, udah ada tugas dengan deadline besok jam 11. gak tanggung-tanggung bahkan outputnya selain gambar ada model segala.

agak-agak rrrrr

we actually shared the same things in mind : "Was I wrong, choosing this path?"

Selain jadi mahasiswa arsitektur (yang subhanallaaaaaah kuliahnya nggak berenti tugasnya bikin nggak bisa tidur dan berat badan turun dan mood fluktuatif dan kepala pusing karena kurang tidur dan kebiasaan tidur jam 1 pagi atau lebih) kami bertiga juga ikutan organisasi dan entah kenapa akhir-akhir ini semuanya jadi serba hectic. losing our social life is actually an impact of being an architecture student. yang jelas losing our academic life is definitely not a choice. we have fought for this maybe for a whole year back then in high school, we are not lose to a time deficiency!

but it is easier to talk than to do. that's absolutely true! kemaren itu kita ngomong, pengen banget jadi orang yang nggak ngeluh kalo nggak dikasih tugas, pengen banget jadi orang yang nyantai tapi semua selesai. semua hal dibawa seneng dan semuanya... kenyataannya tugasnya dateng bertubi-tubi dan bikin lupa sama semua hal itu. dan pertanyaan yang gue bold di atas pun muncul.

was I wrong?

untuk masuk di organisasi adalah pilihan kami masing-masing sejak awal. Okelah mungkin awalnya ada perasaan semacem yaudahlah gapapa gue ikut aja kasian kalo nggak ada orangnya. tapi ya begitu, gue liat sendiri temen gue yang akhirnya memutuskan untuk nggak ikut apa-apa sama sekali. waktu itu pertimbangan gue adalah, gue nggak mau diem aja selama gue kuliah. gue nggak mau cuma kenal sama orang-orang jurusan (walopun gue bukan orang yang bisa dengan cepat beradaptasi dengan orang lain, bahkan untuk kenalan pun gue males--"). dan akhirnya inilah yang gue ambil.

pilihan-pilihan yang gue dan temen-temen gue buat sendiri itu punya konsekuensi yang pada awalnya mungkin nggak kami sadari tapi akhirnya sekarang ini kami alami sendiri. dan lagu Justin Bieber feat. Jaden Smith jadi kayak terngiang-ngiang di kepala gue
And there's just no turning back,
When your hearts under attack,
Gonna give everything I have,
nggak ada yang melebihi batas kemampuan kita kok, mudah-mudahan semuanya diridhoi :D

1 comment:

Tania Manaf said...

kalo aku selalu percaya fit, mental di atas fisik, dan itu salah satu stigma yang bikin aku bertahan di ars dan kapa :D